Panduan Utama Memilih Saringan Santan Berkualitas Tinggi
Memilih saringan santan yang tepat merupakan langkah krusial dalam proses memasak tradisional Indonesia. Alat sederhana ini menentukan kualitas santan yang Anda hasilkan – apakah akan halus tanpa ampas atau masih mengandung serat kasar yang mengganggu.
Kenapa Kualitas Saringan Santan Begitu Penting?
Santan yang dihasilkan dari saringan berkualitas rendah biasanya mengandung partikel kelapa yang bisa merusak tekstur masakan. Menurut Chef Ragil Imam Wibowo, “Saringan santan yang buruk bisa membuat rendang menjadi berpasir dan mengurangi kelezatan gulai”.

7 Kriteria Saringan Santan Ideal
1. Material Pembuat yang Food Grade
- Stainless steel 304: Paling awet dan anti karat
- Plastik HDPE: Pilihan ekonomis tapi kurang tahan panas
- Kawat galvanis: Hindari karena berisiko karat
2. Kerapatan Anyaman yang Tepat
Kerapatan mesh ideal adalah 80-100 lubang per inci. Gunakan tes praktik: coba saring tepung terigu – jika masih ada butiran kasar yang lolos, berarti anyaman terlalu renggang.
3. Ketebalan Material Penentu Daya Tahan
Saringan stainless steel minimal 0.8mm tebalnya akan bertahan tahunan, sementara yang tipis (0.3mm) mudah penyok.

Perbandingan Material Saringan Santan
| Material | Keunggulan | Kelemahan |
|---|---|---|
| Stainless Steel | Tahan karat, awet | Harga lebih mahal |
| Plastik | Ringan, murah | Mudah retak |
Tips Merawat Saringan Santan
- Bilas segera setelah digunakan
- Gunakan sikat lembut untuk membersihkan
- Simpan di tempat kering
Kesalahan Umum dalam Memilih
Banyak pembeli terjebak memilih berdasarkan harga murah tanpa memperhatikan kerapatan anyaman. Saringan dengan mesh longgar akan menghasilkan santan kasar yang mengandung ampas.
Rekomendasi Brand Terbaik
Beberapa merek ternama seperti Oxone dan Kyowa menawarkan saringan santan stainless steel dengan garansi 5 tahun. Untuk budget terbatas, produk lokal seperti Protea juga cukup handal.
Watch: Acian Terbaik – TR-30 Acian Putih
by Doctor Mortar